Minggu, 01 Juli 2012

MAAF 2



Mungkin, angin tak ingin singgah
Rupa paras hangat mulai menyengat
Lambat tersiap kawah Candradimuko
Hati-hatinya hati menggigil dingin
Jabat tak erat tali-temali
Retakan demi retakan parau
Dekat merekat coba terangkai

Terselip terukir kata “maaf”
Getarkan dawai jiwa-jiwa damai
“Maaf” bertebaran berserakan lalai
Walau pintunya tak jelas terlihat
Masihkah terbuka atau sudah tertutup luka

# Selesai #

Antara Bandung-Cirebon 3 April 2012 13:22

0 komentar:

Posting Komentar